Medan, 16 September 2026 — Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan menyelenggarakan Studium Generale Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Exploring the Qur’an in the Age of AI: Ketika Kecerdasan Buatan Bertemu Kecerdasan Spiritual.”
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Auditorium FST UIN Sumatera Utara Medan dan melalui Zoom Meeting ini menjadi ruang akademik bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan kecerdasan buatan sekaligus merefleksikan posisi kecerdasan spiritual dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Studium Generale menghadirkan Ir. Muhammad Furqan Alfaruqiy, M.A., Executive Trainer & Motivator Nasional, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Chairul Azhar, M.Si., Pembina Rumah Dakwah Indonesia. Turut hadir Dr. Nurhanifah, M.A, Selaku Wakil Dekan II FST UIN Sumatera Utara Medan, Dr. Mhd. Furqan, S.Si., S.H., M.Comp.Sc, selaku Wakil Ketua APTIKOM Sumut sekaligus sebagai Dosen Tetap Prodi Ilmu Komputer, serta Ilka Zufria, M.Kom., Ketua Program Studi Ilmu Komputer.
Menggali Makna Al-Qur’an di Era Kecerdasan Buatan
Materi Studium Generale mengajak peserta mengeksplorasi hubungan antara Al-Qur’an, perjalanan pengetahuan manusia, dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Dalam materi yang disampaikan, Al-Qur’an ditempatkan sebagai petunjuk dan pengingat bagi seluruh ciptaan, sebagaimana antara lain dikemukakan melalui QS. Al-Baqarah [2]:185 dan QS. Shad [38]:87.
Pembahasan kemudian diarahkan pada gagasan “Exploring the Qur’an”, dengan menekankan pentingnya pertanyaan, rasa ingin tahu, dan eksplorasi dalam perjalanan manusia memperoleh pengetahuan. Materi juga mengangkat “The Journey of Human Exploration” serta perkembangan berbagai frontier eksplorasi manusia.
Dalam konteks perkembangan teknologi, materi Studium Generale juga mengajak peserta merefleksikan arah perjalanan manusia setelah berkembangnya dunia nyata (real), dunia maya (virtual), hingga kemampuan manusia membangun kecerdasan buatan. Pertanyaan reflektif yang dikemukakan adalah mengenai ke mana seharusnya arah perjalanan manusia setelah mencapai berbagai perkembangan tersebut.
AI dan Kecerdasan Spiritual
Tema “Ketika Kecerdasan Buatan Bertemu Kecerdasan Spiritual” memberikan perspektif bahwa kemajuan teknologi tidak hanya perlu dilihat dari kemampuan komputasional dan inovasi, tetapi juga dalam kaitannya dengan nilai, makna, dan orientasi kehidupan manusia.
Materi menutup rangkaian eksplorasinya dengan gagasan “Two Intelligences, One Journey” dan kembali mengarahkan pembahasan pada proses exploring the Qur’an.
Bagi mahasiswa Ilmu Komputer, pembahasan tersebut relevan dengan perkembangan bidang teknologi yang semakin erat dengan kecerdasan buatan. Perkembangan AI membuka ruang eksplorasi baru bagi manusia, sementara nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari refleksi mengenai bagaimana pengetahuan dan teknologi dimanfaatkan.
Memperkuat Wawasan Akademik Mahasiswa
Pelaksanaan Studium Generale ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer FST UIN Sumatera Utara Medan, khususnya dalam melihat perkembangan teknologi secara lebih luas dan multidimensional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak memahami kecerdasan buatan sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga diajak melakukan refleksi mengenai hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, manusia, dan kecerdasan spiritual.
Kegiatan Studium Generale Tahun 2026 dengan tema “Exploring the Qur’an in the Age of AI: Ketika Kecerdasan Buatan Bertemu Kecerdasan Spiritual” menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Ilmu Komputer FST UIN Sumatera Utara Medan dalam menghadirkan kegiatan akademik yang mengintegrasikan perkembangan keilmuan dengan nilai-nilai spiritual.
Dokumentasi Kegiatan dapat dilihat disini
